√ Ini Dia Perencanaan Struktur Kayu sebagai Komponen Strukturalgedung arsitektur: Ini Dia Perencanaan Struktur Kayu sebagai Komponen Struktural

Rabu, 22 Maret 2023

Ini Dia Perencanaan Struktur Kayu sebagai Komponen Struktural

Siapa yang tidak tahu mengenai material bernama kayu? Material natural yang berasal dari batang ataupun cabang tumbuhan yang alami lignifikasi ini dimanfaatkan dalam dunia konstruksi selaku material penyusun komponen non- struktural semacam kusen, daun pintu ataupun komponen arsitektural. Kenyataannya, kayu bisa digunakan selaku komponen struktural pada sesuatu gedung maupun jembatan.

Pemakaian kayu selaku komponen struktural diatur dalam SNI 7973: 2013 tentang Spesifikasi Desain buat Konstruksi Kayu. Pendesainan komponen struktural kayu mempunyai filosofi yang seragam dengan konstruksi beton maupun baja, ialah memakai tata cara Desain Aspek Beban serta Ketahanan( DFBK) ataupun kerap diketahui Load and Resistance Factor Design( LRFD).

Sifat Ortotropik


Tiga Sumbu Ortotropik Kayu
(Sumber : Tjondro, 2014)

Kayu ialah produk natural yang diambil langsung dari alam. Berbeda dengan logam yang terbuat serta dicetak, kayu mempunyai sebagian keunikan. Apabila kita mengenali kalau logam bertabiat isotropis, berbeda dengan kayu yang bertabiat ortotropis. Watak ortotropis ataupun ortotropik berarti mempunyai sifat mekanis maupun elastis yang berbeda pada ketiga sumbunya.

Sumbu- sumbu tersebut terdiri dari sumbu longitudinal, radial dan tangensial. Sebab sifat unik tersebut, hingga dalam pemodelannya dibutuhkan perbandingan sifat- sifat tersebut. Bodig serta Jayne( 1993) menganjurkan perbandingan- perbandingan tersebut selaku berikut:

EL : ER :ET ≈ 20 : 1,6 : 1

EL : GLR ≈ 14 : 1

GLR : GLT : GRT ≈ 10 : 9,4 : 1

Metode Perencanaan DFBK

Tata cara perencanaan DFBK bagi SNI 7973: 2013 merupakan dimana nilai tahanan terkoreksi( N) wajib lebih besar daripada nilai beban terfaktor( Nu).

Beban terfaktor didapatkan dari campuran pembebanan yang terdiri dari beban mati, beban mati bonus, beban hidup, beban hidup atap, beban hujan, beban fluida, beban gempa dan beban akibat tekanan tanah lateral. Sebaliknya nilai tahanan terkoreksi didapatkan dari perhitungan yang tergantung pada nilai desain acuan struktur kayu.

Nilai desain acuan hendak dikalikan sebagian aspek koreksi yang dimana hendak menciptakan nilai desain terkoreksi.


Nilai Desain Acuan
(Sumber : SNI 7973 : 2013)


Faktor Koreksi Struktur Kayu
(Sumber : SNI 7973 : 2013)

Ini Dia Beberapa yang Direncanakan pada Struktur Konstruksi Kayu?

Sehabis menguasai ketentuan" bermain" dalam pendesainan struktur kayu, selanjutnya ialah mengenali dalam perhitungan struktur kayu.

1. Sambungan Mekanik

Sambungan mekanik wajib diperhitungkan pada konstruksi kayu. Sambungan- sambungan tersebut wajib mencermati nilai jumlah perlengkapan sambung( nf) dikalikan dengan nilai desain acuan sambungan terkoreksi( Z) wajib lebih besar sama dengan beban lateral yang bekerja pada sambungan( Zu).

Pada struktur sambungan hendak ditemukan sebagian tipe kelelehan sambungan. Jenis- jenis kelelehan sambungan ini diucap selaku Fashion Kelelehan Sambungan dimana menampilkan tipe- tipe kegagalan yang terjalin pada sambungan kayu. Kegagalan- kegagalan tersebut bisa terjalin pada kayu yang digunakan ataupun perlengkapan sambung yang digunakan.

2. Struktur Tarik

Struktur tekan berarti struktur yang hadapi style berbentuk tarik. Struktur tarik umumnya ditemukan pada struktur rangka batang semacam jembatan dan kuda- kuda atap. Tahanan nominal truktur tarik( T) wajib lebih besar sama dengan beban tarik yang diterima oleh struktur( Tu). Dimana T merupakan perkalian antara nilai kokoh tarik terkoreksi( Ft) dikalikan dengan luasan penampang netto( An).

3. Struktur Tekan

Struktur tekan berarti struktur yang hadapi style berbentuk tekan. Sama halnya dengan struktur tarik, struktur tekan umumnya bisa ditemukan pada struktur rangka batang dan sebagian permasalahan pada struktur kolom sesuatu bangunan gedung. Tahanan nominal struktur tekan( P) wajib lebih besar sama dengan beban tekan yang diterima oleh struktur( Pu). Dimana P sendiri merupakan perkalian antara nilai kokoh tekan terkoreksi( Fc) dikalikan dengan luasan penampang bruto( Ag).

4. Struktur Lentur

Struktur lentur berarti struktur yang hadapi momen lentur akibat beban luar yang bekerja. Tahanan nominal struktur lentur( Meter) wajib lebih besar sama dengan momen lentur terfaktor( Mu) dimana Meter sendiri merupakan perkalian antara nilai kokoh lentur terkoreksi( Fb) dikalikan dengan nilai modulus penampang( S).

Tidak hanya lentur terhadap momen lentur, struktur lentur pula wajib didesain bersumber pada lentur terhadap style geser. Tahanan geser terfaktor( V) wajib lebih besar sama dengan gaya geser terfaktor( Vu) dimana V merupakan perkalian dari 2/ 3 dikali dengan nilai kokoh geser terkoreksi( Fv) dikalikan ukuran penampang( b×d) buat penampang persegi.

5. Struktur Lentur- Aksial

Struktur lentur aksial hadapi beban lentur dan aksial sekalian pada waktu yang sama. Umumnya struktur ini ada pada struktur portal yang terdiri dari balok dan kolom. Hingga dari itu, pendesainan struktur ini wajib memikirkan interaksi antara gaya lentur dan gaya aksial, baik interaksi lentur- tarik ataupun interaksi lentur- tekan cocok dengan beban- beban yang bekerja. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

iklan feed

Delapan Elemen Konstruksi Bangunan yang Perlu Anda Pahami Sebelum Membangun Rumah

Konstruksi bangunan adalah keseluruhannya, yang terdiri dari beberapa komponen penting. Atau, dengan kata lain, konstruksi bangunan adalah s...